Laporan Ekonomi Keuangan dan Berita Internasional, periode 22-28 September 2025. Dokumen ini disusun hanya sebatas sebagai informasi, Semua hal yang relevan telah dipertimbangkan untuk memastikan informasi ini benar, tetapi tidak ada jaminan bahwa informasi tersebut akurat dan lengkap serta tidak ada kewajiban yang timbul terhadap kerugian yang terjadi atas tindakan yang dilakukan dengan mendasarkan pada laporan ini, Hak cipta Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, Kementerian Keuangan.
About us
- Industry
- Government Administration
- Company size
- 201-500 employees
- Type
- Government Agency
Employees at Ditjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan
-
Yudha Perdana
Policy Analyst at Ministry of Finance
-
Muhammad Firmansyah Arviandri
Direktorat Stabilitas Sistem Keuangan dan Sinkronisasi Kebijakan Sektor Keuangan
-
Mufti Kandaga Abidin
Investment and Trade Analyst | Ministry of Finance | Australia Awards Alumni
-
Muhammad Fajar Nugraha
Macroeconomist | Financial Sector Specialist | Data Analyst | Master of Public Policy in Financial Economics and International Development…
Updates
-
Laporan Ekonomi Keuangan dan Berita Internasional, periode 15-21 September 2025. Dokumen ini disusun hanya sebatas sebagai informasi, Semua hal yang relevan telah dipertimbangkan untuk memastikan informasi ini benar, tetapi tidak ada jaminan bahwa informasi tersebut akurat dan lengkap serta tidak ada kewajiban yang timbul terhadap kerugian yang terjadi atas tindakan yang dilakukan dengan mendasarkan pada laporan ini, Hak cipta Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, Kementerian Keuangan.
-
🌍 Tahukah kamu, banyak anak bangsa yang sudah ikut ambil bagian dalam percakapan dan kebijakan pembangunan global? Lewat lembaga multilateral seperti World Bank, IMF, dan ADB, profesional Indonesia terlibat langsung menghadapi isu besar dunia: kemiskinan, ketimpangan, hingga perubahan iklim. Di posisi ini, mereka membawa perspektif negara berkembang sekaligus mengharumkan nama Indonesia. Sekarang giliranmu! ✨ Kementerian Keuangan dan LPDP, dengan dukungan Asian Development Bank (ADB), membuka ADB Young Professionals Program (YPP) 2025—program bergengsi yang mencari talenta terbaik dunia. Bisa jadi, kamu salah satunya 😉 💡 Biar makin siap, ikuti Webinar "Strategies for a Successful ADB Young Professionals Program Application" 🗓 Jumat, 19 September 2025 🕖 19.00 WIB 📌 Daftar di sini: https://lnkd.in/gVAxHhcE 👉 Info lengkap ADB YPP + link pendaftaran program: 🌐 https://lnkd.in/gefJseg5 Mari ambil langkah besar menuju karier global yang penuh prestasi, sekaligus berkontribusi untuk Indonesia 💡🇮🇩
-
-
🌍 **Step Into the Future with World Bank YPP!** 🚀 Ingin membangun karier global di bidang pembangunan internasional? *World Bank Young Professionals Program (YPP)* adalah pintu masuk menuju peran strategis di salah satu lembaga keuangan internasional terkemuka. Melalui webinar ini, kamu akan mendapat insight langsung dari *World Bank Leaders, HR Team, hingga alumni YPP* tentang bagaimana menyiapkan diri menghadapi seleksi yang kompetitif. 📅 *Webinar:* Rabu, 10 September 2025 | 08.00 WIB 📌 *Recruitment deadline:* 30 September 2025 🔗 Daftar sekarang: https://lnkd.in/gQy9r-Uc ✨ Jangan lewatkan kesempatan untuk merancang langkah pertama menuju karier globalmu!
-
-
Pada tanggal 27 Agustus 2025, Direktorat Kerja Sama Regional dan Bilateral (DKRB), DJSPSK, menyelenggarakan kegiatan Knowledge Sharing Program (KSP) yang bertajuk Pelaksanaan Rangkaian Pertemuan Indonesia-Australia Economic Policy Dialogue 2025. Kegiatan KSP ini merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh DKRB, yang bertujuan untuk mendiseminasikan isu-isu terkait kerja sama internasional yang diampu oleh DKRB, sehingga dapat memberikan pemahaman kepada seluruh pegawai di lingkungan DJSPSK. KSP dibuka oleh Kepala Subdirektorat Program dan Manajemen Pengetahuan, Berry Sugarman, yang menyampaikan bahwa rangkaian pertemuan EPD telah dilaksanakan pada tanggal 28 Juli s.d. 1 Agustus 2026, yang di dalamnya terdapat sejumlah agenda seperti pelaksanaan investor meeting untuk penerbitan Kangaroo Bond, diskusi perdagangan dengan lembaga berwenang Australia, dan dialog bilateral dengan sejumlah pejabat tinggi Australia. Beliau mengharapkan melalui KSP ini dapat lebih meningkatkan pemahaman dan kapasitas pegawai, serta memperkuat sinergi di lingkungan DJSPSK, utamanya untuk menindaklanjuti hasil EPD tersebut. Selanjutnya, setelah pembukaan, moderator, Devi Yanti Br Bangun, menyampaikan penjelasan singkat mengenai EPD dan agenda yang dilaksanakan selama rangkaian pertemuan tersebut. KSP kali ini berformat diskusi panel dengan menghadirkan 6 (enam) orang panelis. Panelis pertama, Lilik Surya Nugrohojati, menjelaskan sepenting apa hubungan antara Indonesia dan Australia, serta sejauh mana kerja sama tersebut telah dimanfaatkan. Panelis kedua, Rahadian Yulfadin, memaparkan mengenai daya tarik penerbitan Kangaroo Bonds bagi investor di Australia dan seperti apa perannya untuk peningkatan investasi di Indonesia. Kemudian, panelis ketiga, M Fajar Nugraha, menerangkan mengenai lesson learned yang diperoleh dari sistem keuangan Australia dan perbandingannya dengan sistem keuangan Indonesia. Beranjak ke panelis berikutnya, Miftahudin, yang menjawab mengenai bagaimana cara atau kebijakan kedua negara dalam menghadapi tantangan global, khususnya tarif Trump, serta strategi untuk tetap menjaga hubungan dengan Tiongkok. Berlanjut ke panelis selanjutnya, Martin Hasiholan Lumbantobing, yang merinci kondisi perdagangan Indonesia yang defisit dengan Australia, serta strategi untuk meningkatkan ekspor ke Australia. Lalu panelis terakhir, Bagus Handoko, yang menjelaskan mengenai strategi Australia dan mengumpulkan dan mengembangkan superannuation, serta kendala dalam mengembangkannya. Melalui KSP ini, diharapkan dapat membuka wawasan mengenai hubungan Indonesia dan Australia, baik dalam kerja sama ekonomi maupun perdagangan dan investasi, serta kebijakan Australia lainnya yang bisa diadaptasi di Indonesia.
-
-
Pada 14 Agustus 2025, Direktorat Kerja Sama Regional dan Bilateral (DKRB) DJSPSK menggelar Knowledge Sharing Program (KSP) bertema “Oleh-Oleh dari BRICS FMCBG 2025”. Acara ini jadi ajang berbagi insight dari pertemuan BRICS tingkat Menteri Keuangan & Gubernur Bank Sentral (FMCBG) di Brasil, yang tahun ini spesial karena Indonesia untuk pertama kalinya hadir sebagai anggota resmi BRICS. 🎉 KSP dibuka oleh Ibu Yogi Rahmayanti, Direktur DKRB, yang menekankan pentingnya sinergi antarunit dalam merumuskan posisi Indonesia di forum BRICS ke depan. Acara dilanjutkan dengan pemaparan dari tiga narasumber yang membahas isu-isu terkait BRICS. Narasumber pertama, Vincentius Krisna J.W. (DKRB) memberikan pengenalan forum BRICS secara umum, yang kemudian dilanjutkan dengan penjelasan terkait agenda apa saja yang dibahas dalam pertemuan tingkat FMCBG tersebut, serta hasil pembahasan khususnya isu terkait Kementerian Keuangan di Jalur Keuangan. Pembicara kedua berasal dari Departemen Internasional, Bank Indonesia, yaitu Aldy Pradana, yang mengulas mengenai agenda pembahasan atas isu yang terkait Bank Indonesia di Jalur Keuangan, termasuk dengan hasil pertemuan FMCBG tersebut. Pembicara terakhir adalah Wiwit Widodo dari Direktorat Pinjaman dan Hibah Luar Negeri, Bappenas, yang menjelaskan secara rinci proses perencanaan dan implementasi pinjaman luar negeri sebagai salah satu sumber pembiayaan. Hal ini penting mengingat salah satu manfaat yang bisa diperoleh Indonesia dengan bergabung ke dalam BRICS adalah membuka potensi akses pembiayaan yang lebih luas, misalnya akses pembiayaan dari New Development Bank (NDB). Diskusi interaktif di akhir sesi menegaskan bahwa kolaborasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Bappenas sangat penting untuk memperkuat strategi Indonesia di BRICS—dengan harapan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. 🇮🇩
-
-
-
-
-
+1
-
-
Pada 13 Agustus 2025, Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (Ditjen SPSK) bekerja sama dengan PKN STAN menggelar Kuliah Umum: Literasi Keuangan & Inklusi Keuangan. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 orang mahasiswa PKN STAN dan bertujuan membekali mereka dengan keterampilan mengelola keuangan secara bijak sebelum memasuki dunia kerja. Acara dibuka dengan sambutan Ibu Evy Mulyani selaku Direktur PKN STAN dan Bapak Adi Budiarso, selaku Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya. Setelah sambutan, tiga narasumber dari Ditjen SPSK berbagi wawasan penting yang relevan dengan kebutuhan generasi muda. Martini Hasni, Analis Kebijakan Madya, membahas dasar-dasar literasi keuangan dan mengapa pemahaman ini menjadi bekal wajib bagi mahasiswa. Dwi Indahayu, Analis Kebijakan Pertama, mengupas praktik pengelolaan keuangan yang bijak, mulai dari mengatur anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga mempersiapkan dana darurat dan perlindungan asuransi. Sesi berikutnya dibawakan oleh Yani Farida Aryani, Analis Kebijakan Madya, yang memandu peserta melalui studi kasus nyata—mengelola gaji pertama, menghindari jeratan pinjaman online ilegal, dan memilih instrumen investasi yang tepat. Pendekatan ini memastikan peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya ceramah, kuliah umum ini menghadirkan quiz interaktif, diskusi, dan pembahasan kasus untuk membuat pembelajaran terasa relevan dan aplikatif. Harapannya, para peserta tidak hanya terampil mengelola keuangan pribadi, tetapi juga menjadi agen literasi dan inklusi keuangan di lingkungan mereka, memperkuat fondasi ekonomi yang sehat untuk masa depan Indonesia.
-
-
-
-
-
+4
-
-
Dalam pertemuan ketiga G20 FMCBG di Durban, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong globalisasi yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian global, Menkeu menyoroti pentingnya sinergi fiskal-moneter, reformasi struktural, dan investasi strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi. Indonesia juga menekankan perlunya arsitektur keuangan internasional yang lebih inklusif, perpajakan global yang adil, dan pembiayaan iklim yang inovatif melalui kolaborasi publik-swasta serta pasar karbon nasional. Indonesia berbagi pengalaman konkret—dari penerapan Pajak Minimum Global hingga peluncuran IDXCarbon dan pembentukan Disaster Pooling Fund—sebagai kontribusi nyata dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di forum global. 📍 Pertemuan ini juga diwarnai dialog bilateral strategis Indonesia dengan Australia, Kanada, dan Arab Saudi guna memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, serta tata kelola multilateral yang lebih tangguh. Simak selengkapnya di: https://lnkd.in/gViaXqN9
-
-
-
-
-
+2
-
-
BRICS! BRICS itu apa sih? Dan kenapa Indonesia tiba-tiba gabung? Bukan cuma klub negara besar, BRICS adalah sinyal kuat kalau dunia sedang berubah—dan Indonesia ikut di dalamnya! Dari akses pasar baru, investasi strategis, sampai pengaruh lebih besar di forum global… keanggotaan Indonesia di BRICS bukan sekadar simbol. Ini soal peluang dan posisi tawar bangsa! 🇮🇩 Mari kenalan lebih dalam sama BRICS! Lihat perjalanannya, manfaatnya, dan kenapa ini penting buat masa depan ekonomi Indonesia!
-
-
-
-
-
+3
-
-
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, menghadiri Pertemuan Tahunan ke-10 AIIB di Beijing, Tiongkok, pada 24–26 Juni 2025. Dalam forum ini, Indonesia mendorong AIIB untuk memperkuat peran sebagai katalis pembiayaan infrastruktur berkelanjutan, meningkatkan mobilisasi modal swasta, serta menyediakan pembiayaan yang lebih kompetitif dan inklusif. Menkeu juga menyampaikan aspirasi agar AIIB membuka kantor perwakilan di Indonesia dan meningkatkan keterwakilan WNI dalam manajemen senior. Sebagai negara pendiri dan mitra aktif, Indonesia meyakini AIIB akan terus menjadi pendorong pembangunan kawasan yang tangguh dan berorientasi masa depan. Selengkapnya: https://lnkd.in/gaEVujxb
-